Wednesday, May 23, 2018

Makalah Penerapan Teknologi dalam Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik dibidang ekonomi, politik, kebudayaan seni dan bahkan di dunia pendidikan. Dunia pendidikan harus mau mengadakan inovasi yang positif untuk kemajuan pendidikan dan sekolah. Tidak hanya inovasi dibidang kurikulum, sarana-prasarana, namum inovasi yang menyeluruh dengan menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan pendidikan. Teknologi pendidikan dapat mengubah cara pembelajaran yang konvensional menjadi nonkonvensional. Pembelajaran di sekolah perlu menggunakan serangkaian peralatan elektronik yang mampu bekerja lebih efektif dan efisien. Walaupun demikian, peran guru tetap dibutuhkan di kelas, ia sebagai desainer, motivator, pembimbing, dan sebagainya dan tentunya sebagai sosok individu harus tetap dihormati.
Oleh karena itu, pada makalah ini akan membahas karakteristik teknologi pembelajaran. Agar para calon pendidik mengetahui teknologi apa saja yang apa digunakan dalam proses belajar mengajar.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.      Apa yang dimaksud dengan aneka sumber ?
2.      Bagaimana pemecahan masalah belajar?
3.      Bagaimana perluasan akses pada teknologi pembelajaran?
C.     Tujuan
Adapun tujuan pembahasan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui yang dimaksud dengan aneka sumber
4.      Untuk mengetahui pemecahan masalah belajar
5.      Untuk mengetahui perluasan akses pada teknologi pembelajaran


BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pentingnya Belajar Berbasis Aneka Sumber
Pada umunya belajar adalah upaya menguasai sesuatu yang baru yang ditandai dengan perubahan tingkah laku, sebagai hasil pengalaman dari upaya tersebut. Dalam melaksanakan kegiatan belajar tersebut, tentu saja memerlukan berbagai macam media atau bahan pendukung yang disebut dengan sumber belajar.
Defenisi sumber belajar menurut para ahli :
1.      Saripuddin Winataputra : sumber-sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran atau asal untuk belajar seseorang.
2.      Sudjana (1989) : menuliskan bahwa pengertian sumber belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas. Pengertian secara sempit diarahkan pada bahan-bahan cetak. Sedangkan secara luas tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.[1]
3.      Percival & Ellington : mengatakan bahwa sumber belajar yang dipakai dalam pendidikan atau latihan adalah suatu sistem yang terdiri dari sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan dengan sengaja dan dibuat agar memungkinkan siswa belajar secara individual. Sumber belajar inilah yang disebut media pendidikan atau media instruksional.
Dari ketiga defenisi diatas kita bisa mengambil suatu kesimpulan : Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan oleh seseorang untuk meningkatkan pengetahuannya dalam menemukan hal-hal baru. Sumber belajar dapat dibagi dalam dua kelompok besar yaitu :
1.      Sumber belajar yang direncanakan (by design) yaitu : Semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
2.      Sumber belajar karena dimanfaatkan (by utilization) yaitu : Semua sumber yang tidak secara khusus didesain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan dan digunakan untuk keperluan belajar. Sumber belajar yang tidak direncanakan pada dasarnya tidak direncanakan dalam kegiatan pendidikan namun karena keadaan memungkinkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan maka keadaan atau situasi tersebut dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Contoh : Rumah sakit pada awalnya hanya digunakan untuk kepentingan kesehatan suatu masyarakat, tetapi rumah sakit tersebut dapat digunakan sebagai sumber belajar apabila seseorang sedang membicarakan pokok bahasan tentang kesehatan.
3.      Rostiyah, N. K mengatakan bahwa sumber-sumber belajar itu adalah :[2]
a)      Manusia (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat)
b)      Perpustakaan
c)      Media massa (majalah, surat kabar, radio, TV, internet, dll)
d)      Alat pengajaran (buku pengajaran, peta, gambar, kaset, tape,dll)
e)      Museum ( tempat penyimpanan benda-benda kuno)
f)        Lingkungan (lingkungan sosial, alam, budaya)

B.     Pemecahan Masalah Belajar
Penerapan teknologi pendidikan dapat berwujud dalam berbagai bentuk upaya memecahkan masalah pendidikan dan pembelajaran, khususnya dalam perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan, yaitu: a) menerapkan prosedur pengembangan pembelajaran dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus dan perangkat pembelajaran lain, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); b) menerapkan prosedur pengembangan pembelajaran dalam penyusunan bahan belajar, modul, buku teks, atau buku elektronik (e-book); c) menerapkan metode pembelajaran yang lebih menekankan kepada penerapan teori-teori belajar mutakhir, seperti teori belajar konstruktivisme dan paradigma baru pendidikan lainnya; d) mengembangkan dan memanfaatkan berbagai jenis media yang sesuai dengan kebutuhan dan dengan mengindahkan prinsip-prinsip pemanfaatannya secara efektif dan efisien (Purwanto, 2005:18) dan (e) mengembangkan strategi pembelajaran untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses pembelajaran yang aktif, interaktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).
Sesungguhnya pemanfaatan teknologi untuk keperluan pendidikan dalam hal fungsinya sebagai media pembelajaran bukanlah merupakan hal baru. Sejarah teknologi pendidikan, khususnya pemanfaatan media massa dalam konteks pendidikan, merupakan bagian dari suatu revolusi (Cuban, 1986). Penggunaan buku, film, radio, TV dan multimedia interaktif telah menjadi harapan masyarakat sebagai sarana untuk bisa membantu memecahkan berbagai masalah proses pembelajaran dalam sistem pendidikan, merupakan upaya pemanfaatan teknologi untuk menunjang peningkatan kualitas proses belajar dan pembelajaran yang dilakukan secara tradisional.
Dibandingkan dengan penggunaan media lain sebagai media pembelajaran, Internet menjanjikan kemungkinan yang lebih lugs dan memiliki dampak yang lebih serius terhadap masyarakat, balk masyarakat politik maupun masyarakat pendidikan. Sebagai contoh ialah Televisi yang sebagai media massa pemanfaatannya lebih menonjol pada aspek hiburan, walaupun sesungguhnya sebagai media massa dia juga mempunyai peran/fungsi yang lain yaitu pengawasan lingkungan, korelasi antar bagian dalam masyarakat dan sosialisasi atau pewarisan nilai-nilai (Lasswell dan Wright, 1975). Sedangkan komputer/Internet pemanfaatannya lebih luas lagi yaitu mencakup bidang-bidang pekerjaan, sekolah (pendidikan), permainan/ hiburan dan perdagangan balk dalam lingkup individu, lingkup keluarga, institusi maupun bisnis. Dengan demikian trend ke depan menunjukkan bahwa model-model pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi atau ICT ini makin berkembang.
Sistem pembelajaran yang inovatif, sebagai bentuk aplikasi konsep teknologi pendidikan, telah berhasil diciptakan dan bahkan dilembagakan dalam sistem pendidikan nasional. Sistem itu antara lain SD PAMONG (Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orang tua dan Guru), SD Kecil, SMP Terbuka, MTs Terbuka, SMA Terbuka, Universitas Terbuka, dan berbagai sistem pembelajaran jarak jauh yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Diklat, Diklat guru SD melalui Siaran Radio Pendidikan (Diklat SRP), Diklat bahasa Inggris guru SD sistem jarak jauh, Siaran Radio Pendidikan untuk Murid Sekolah Dasar (SRPM SD), IDLN, SEAMOLEC, pendidikan di rumah (Home schooling), dan lain-lain.

C.     Perluasan Akses
Peran teknologi tentu saja memiliki peranan yang itu bisa dilihat dari penerapan prosedur pengembangan pembelajaran dalam penyusunan KTSP, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus dan perangkat pembelajaran lain. Hal lainnya adalah penerapan prosedur pengembangan pembelajaran dalam penyusunan bahan belajar, modul, buku teks atau e-book.[3]
Teknologi juga dapat digunakan dalam penerapan metode pembelajaran yang lebih menekankan penerapan teori-teori belajar mutakhir. Mengembangkan dan memanfaatkan berbagai jenis media guna memajukan minat belajar siswa. Dan mengembangan strategi pembelajaran untuk membangun dan menemukan jati diri (PAIKEM).
Keuntungan dalam penerapan teknologi pendidikan adalah, dapat memadukan berbagai macam pendekatan dari bidang ekonomi, manajemen, psikologi, rekayasa, dll secara bersistem. Memecahkan masalah belajar pada manusia secara menyeluruh dan serempak dengan memperhatikan dan mengkaji semua kondisi dan saling kaitan di antaranya.
Menggunakan teknologi pendidikan sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah belajar. Hal lain yang bisa dilihat adalah, timbulnya efek sinergi dimana penggabungan pendekatan/unsur-unsur mempunyai nilai lebih dari sekedar penjumlahan.
a)      Solusi Dalam Pengembangan Kurikulum
Pengembangan kurikulum/materi pelajaran yang berisikan muatan ICT dengan tujuan mewujudkan masyarakat baca berbasis ICT. Kurikulum dan materi diperuntukkan bagi siswa, guru/calon guru, dan tenaga kependidikan lainnya. Melihat kondisi pendidikan kita maka perlu dikembangkan standar kompetensi yang diharapkan dikuasi baik oleh guru maupun siswa di bidang ICT. Dalam pendidikan yang modern perlu adanya pengintegrasian ICT ke dalam kurikulum dan prosem pendidikan.
b)      Solusi dalam Pengembangan SDM
Dalam pengembangan SDM kita dapat menyelenggarakan diklat ICT bagi guru, siswa, pengelola pendidikan, penulis buku, perancang dan pengembang ICT. Hal diharapkan agar semakin dalam dan kaya pemahamannya tentang peranan dan potensi teknologi dalam pendidikan.
c)      Solusi Penyiapan Software
Keuntungan yang akan didapatkan dalam penerapan teknologi dalam pendidikan adalah kita mampu mengembangkan/memproduksi program ICT berbasis kompter multimedia. Sehingga mempermudah para pelaku pendidikan dalam meingkatkan minat belajar.
Hal lain yang menjadi solusi adalah mengembangkan prototype program ICT, mengoleksi program ICT dengan jalan membeli atau berlangganan, dan dapat mengadakan ujicoba/evaluasi penggunaan program ICT untuk pembelajaran. [4]
d)      Solusi Penyiapan Hardware
Solusi dalam penyiapan hardware adalah kita dapat mengidentifikasi kriteria perangkat keras ICT yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Meneliti rasio yang paling efektif tentang jumlah perangkat keras dan lunak dengan jumlah guru dan siswa. memahami cara memasang peralatan ICT, mengembangkan kriteria pemilihan peralatan ICT dan mengupayakan dana yang cukup untuk pengadaan peralatan ICT.
e)      Solusi Dalam Pengelolaan, Organisasi, Lingkungan (SETTING)
Untuk lebih memaksimalkan pengoloaan organisasi dan lingkungan kita dapat mendirikan pusat-pusat ICT serta memaksimalkan penggunaan pusat-pusat ICT yang ada untuk mengembangkan dan memproduksi program ICT. Untuk lebih mengenmbangkan jaringan maka kita juga dapat menjalin kerjasama antar lembaga yang terkait untuk mendapat dukungan serta mengembangkan jaringan informasi atar pengembang dan pengguna ICT.
f)        Solusi dalam Evaluasi
Dalam hal evaluasi, perlu disiapkan rencana evaluasi dan monitoring untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan penerapan strategi pemecahan masalah-masalah dalam menerapkan konsep dan prinsip teknologi pendidikan.
Hasil evaluasi digunakan untuk memberikan tindak lanjut berupa perbaikan jika terjadi kegagalan dan penyebarluasan jika hasilnya sesuai dengan yang telah direncanakan. 


BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab II dapat pemakalah simpulkan bahwa  sumber-sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran atau asal untuk belajar seseorang. Pengertian sumber belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas. Pengertian secara sempit diarahkan pada bahan-bahan cetak. Sedangkan secara luas tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sesungguhnya pemanfaatan teknologi untuk keperluan pendidikan dalam hal fungsinya sebagai media pembelajaran bukanlah merupakan hal baru. Sejarah teknologi pendidikan, khususnya pemanfaatan media massa dalam konteks pendidikan, merupakan bagian dari suatu revolusi (Cuban, 1986). Penggunaan buku, film, radio, TV dan multimedia interaktif telah menjadi harapan masyarakat sebagai sarana untuk bisa membantu memecahkan berbagai masalah proses pembelajaran dalam sistem pendidikan, merupakan upaya pemanfaatan teknologi untuk menunjang peningkatan kualitas proses belajar dan pembelajaran yang dilakukan secara tradisional.
Peran teknologi tentu saja memiliki peranan yang itu bisa dilihat dari penerapan prosedur pengembangan pembelajaran dalam penyusunan KTSP, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus dan perangkat pembelajaran lain. Hal lainnya adalah penerapan prosedur pengembangan pembelajaran dalam penyusunan bahan belajar, modul, buku teks atau e-book.

B.     Saran
Demikianlah pembahasan makalah mengenai peranan teknologi dalam pembelajaran, semoga dapat bermanfaat bagi rekan pembaca sekalian dalam menambah wawasan tentang teknologi pembelajaran. Kritik dan saran sangat pemakalah harapkan demi untuk perbaikan makalah kami selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA

Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Bandung: PT. 2009)

Roestiyah NK., Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2001)

Taufiq Saifuddin, Perluasan Akses dalam Teknologi Pembelajaran, (Sumber: http://taufiq-saifuddin.blogspot.co.id diakses pada Senin, 14 November 2011, pukul 15.00 Wib, dan diakses pada 22/05/2018 pukul 09.00 Wib


[1] Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Bandung: PT. 2009) h. 43
[2] Roestiyah NK., Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2001), h. 53
[3] Taufiq Saifuddin, Perluasan Akses dalam Teknologi Pembelajaran, (Sumber: http://taufiq-saifuddin.blogspot.co.id diakses pada Senin, 14 November 2011, pukul 15.00 Wib, dan diakses pada 22/05/2018 pukul 09.00 Wib
[4] Taufiq Saifuddin, Perluasan Akses dalam Teknologi Pembelajaran, (Sumber: http://taufiq-saifuddin.blogspot.co.id diakses pada Senin, 14 November 2011, pukul 15.00 Wib, dan diakses pada 22/05/2018 pukul 09.00 Wib

No comments:

Post a Comment