Wednesday, May 23, 2018

Makalah Metode Penelitian Kuantitatif


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Aktivitas penelitian pada dasarnya sering dilakukan oleh manusia. Tidak hanya kalangan professor, doktor, atau juga mahasiswa. Secara tak sadar ketika seorang ibu melakukan pengamatan atas perkembangan anaknya jika dikorelasikan dengan susu formula yang diberikan, pada saat itulah sebenarnya ibu tersebut telah melakukan salah satu tindak penelitian. Demikian pula bapak tani ketika melakukan pengamatan atas jenis pupuk yang dipakai dikorelasikan dengan hasil panennya. Hanya saja penelitian itu tidak terstruktur dengan metode tertentu.
Mungkin karena dekatnya mahasiswa dengan label orang yang berpendidikan dan berilmu pengetahuan, ada masyarakat pedesaan yang menyebutkan kegiatan mahasiswa di desa adalah dalam rangka penelitian. Sehingga sebenarnya istilah penelitian ini memang tidak asing ditelinga masyarakat umumnya.
Penelitian itu sendiri memiliki banyak definisi. Supranto mendefinisikan penelitian sebagai suatu kegiatan untuk memperoleh data dan informasi yang berguna untuk mengetahui sesuatu, untuk memecahkan masalah, atau untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Sedangkan Sekaran mendefinisikan penelitian sebagai proses dengan berbagai langkah dalam menemukan solusi terhadap masalah yang problematik guna membantu manajer untuk membuat keputusan yang tepat.
Dari definisi diatas diperoleh kata kunci penelitian meliputi tiga hal yaitu proses, masalah dan pengambilan keputusan. Dan untuk sampai pada pengambilan keputusan diperlukan yang namanya metode untuk menganalisis data yang terkumpul. Adapun analisis data yang menggunakan teori dan rumus-rumus statistik dalam dunia penelitian disebut sebagai penelitian kuantitatif.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.      Apakah definisi penelitian kuantitatif?
2.      Apa sajakah kelebihan dan kekurangan penelitian kuantitatif?
3.      Apa sajakah ragam penelitian kuantitatif?
4.      Apakah ciri-ciri judul penelitian kuantitatif?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan pembahasan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui definisi penelitian kuantitatif
2.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penelitian kuantitatif.
3.      Untuk mengetahui ragam penelitian kuantitatif.
4.      Untuk mengetahui cirri-ciri judul penelitian kuantitatif.








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table, grafik, atau tampilan lainnya. Namun bukan berarti penelitian kuantitatif bersih dari data yang berupa informasi kualitatif.[1]
Penelitian kuantitatif dibangun oleh paradigma positivisme. Sebuah paradigma yang di ilhami oleh David Hume, John Locke, dan Berkeley yang menekankan pengalaman sebagai sumber pengetahuan dan memandang pengetahuan memiliki kesamaan hubungan dengan aliran filsafat yang dikenal dengan nama positivisme. Untuk selanjutnya penelitian kuantitatif dikembangkan oleh para penganut paham positiviesme yang dipelopori oleh August Comte. Mereka berpendapat bahwa untuk memacu perkembangan ilmu-ilmu social, maka metode metode Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) harus diadopsi ke dalam riset-riset ilmu social.
Berdasar pada paradigma di atas maka lingkup penelitian kuantitatif sama dengan besaran ruang lingkup social, seperti pendidikan, sosiologi, politik, ekonomi, hukum, administrasi, komunikasi dan sebagainya, karena semua objek kemasyarakatan menjadi objek dan ruang lingkup penelitian kuantitatif. Sehingga penelitian kuantitatif ini menekankan pada hasil survey yang berbeda dengan penelitian kualitatif yang menekankan pada studi kasus.
Secara lebih detail perbedaan antara penelitian kualitatif dengan kuantitatif dijabarkan dalam table berikut:

     Tabel 1. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif
No
Unsur
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitatif
1
Kejelasan Unsur
Tujuan, pendekatan, subjek, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak awal
Subjek sampel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih flexsibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan
2
Langkah penelitian
Segala sesuatu di rencanakan sampai matang ketika persiapan disusun
Baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai
3
Sampel dan populasi
Dapat menggunakan sampel dan hasil penelitiannya diberlakukan untuk populasi
Tidak dapat menggunakan pendekatan populasi dan sampel. Dengan kata lain dalam penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi dan sampel, istilah yang digunakan adalah setting. Hasil penelitia hanya berlaku bagi setting yang bersangkutan.
4
Hipotesis
a.    Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian
b.    Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan
Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian terbuka.
5
Desain
Dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan
Desain penelitiannya adalah flexible dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
6
Pengumpulan data
Kegiatan pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan
Kegiatan pengumpulan data harus selalu dilakukan oleh peneliti sendiri.
7
Analisis data
Dilakukan sesudah semua data terkumpul
Dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.[5]
8
Pemberi Informasi
Disebut responden
Disebut informan
9
Data
Berupa data kuantitatif atau dalam bentuk angka
Berupa narasi dan angka
10
Instrumen penelitian
Berupa kuisioner yang tidak boleh diinterpretasikan oleh pengedar kuisioner dan tidak juga boleh ditambah atau dikurangi
Instrument penelitian adalah peneliti sendiri, sehingga peneliti harus konseptual dan teoritikal.[6]

B.     Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Kuantitatif
1.      Kelebihan Metode Kuantitatif [2]
a.       Dapat digunakan untuk menduga atau meramal.
b.      Hasil analisis dapat diperoleh dengan akurat bila digunakan sesuai aturan.
c.       Dapat digunakan untuk mengukur interaksi hubungan antara dua atau lebil variabel.
d.      Dapat menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks dan rumit dalam sebuah model.
2.      Kekurangan Metode Kuantitatif
a.       Berdasarkan pada anggapan-anggapan (asumsi)
b.      Asumsi tidak sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang jauh maka kemampuannya tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan.
c.       Data harus berdistribusi normal dan hanya dapat digunakan untuk menganalisis data yang populasi atau sampelnya sama.
d.      Tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan (sampel) yang jumlahnya sedikit (> 30).

C.    Ragam Penelitian Kuantitatif
Ragam atau jenis penelitian kuantitatif digolongkan menjadi beberapa macam. Ragam penelitian ini dibuat sebanyak mungkin untuk menghindari terjadinya tumpang tindih antara ragam yang satu dengan lainnya. Namun meski demikian kategorisasi ini tidak harus diikuti, karena pada prakteknya tidak jarang terjadi pengabungan satu dua ragam penelitian guna menyesuaikan satu model penelitian dengan masalah yang dihadapi. Hal ini bisa disebabkan oleh kompleknya akibat dari gejala dan variable yang ada di masyarakat. Berikut table ragam penelitian menurut jenis penggolongannya.[3]
Tabel 2. Ragam penelitian Kuantitatif.
No
Penggolongan Menurut
Ragam Penelitian
1
Tujuan
a.         Eksplorasi
b.         Pengembangan
c.         Verifikasi
2
Pendekatan
a.         Longitudinal
b.         Cross sectional
c.         Kuantitatif
d.        Survei
e.         Assessment
f.          Evaluasi
g.         Action Reserch
3
Tempat
a.         Library
b.         Laboratorium
c.         Field
4
Bidang ilmu
a.         Pendidikan
b.         Agama
c.         Manajemen
d.        Komunikasi
e.         Administrasi
f.          Bahasa
g.         Hokum
h.         Sejarah
i.           Antropologi
j.           Sosiologi
k.         Filsafat, dl
5
Taraf Penelitian
a.         Deskriptif
b.         Eksplanasi
6
Saat Terjadinya Variabel
a.         Historis
b.         Ekspos-Fakto
c.         Eksperimen

D.    Ciri – Ciri Judul Penelitian Kuantitatif
Adapun ciri judul penelitian kuantitatif biasanya kata yang digunakan diawal judul adalah: [4]
1.      Hubungan
2.      Kontribusi
3.      Pengaruh
4.      Perbedaan
5.      Persepsi
Dari kata awal judul diatas maka penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk mengetahui perasaan seseorang. Karena perasaan seseorang itu bisa dituangkan sebagai persepsi orang tersebut. Sehingga persepsi bisa dianalisis dengan kuantitatif. Adapun contoh penggunaan pendekatan kuantitatif dalam kehidupan sehari-hari misalnya, penelitian yang dilakukan untuk meneliti bentrok antara aparat keamanan dan mahasiswa yang berdemontrasi. Kemudian penelitian tentang perilaku remaja, dan lain sebagainya.[5]




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. penelitian kuantitatif dikembangkan oleh para penganut paham positiviesme yang dipelopori oleh August Comte. Mereka berpendapat bahwa untuk memacu perkembangan ilmu-ilmu social, maka metode metode Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) harus diadopsi ke dalam riset-riset ilmu social. Berdasar pada paradigma di atas maka lingkup penelitian kuantitatif sama dengan besaran ruang lingkup social, seperti pendidikan, sosiologi, politik, ekonomi, hukum, administrasi, komunikasi dan sebagainya.
2.      Kelebihan metode kuantitatif Dapat digunakan untuk menduga atau meramal. Hasil analisis dapat diperoleh dengan akurat bila digunakan sesuai aturan. Dapat digunakan untuk mengukur interaksi hudungan antara dua/lebih variabel. Dapat menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks dan rumit dalam sebuah model. Kekurangan metode kuantitatif Berdasarkan pada anggapan-anggapan (asumsi) Asumsi tidak sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang jauh maka kemampuannya tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan. Data harus berdistribusi normal dan hanya dapat digunakan untuk menganalisis data yang populasi/sampelnya sama. Tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan (sampel) yang jumlahnya sedikit (> 30)

B.     Saran
Demikianlah pembahasan makalah mengenai metode penelitian kuantitatif, semoga dapat bermanfaat bagi rekan sekalian. Kritik dan saran sangat pemakalah harapkan demi untuk perbaikan makalah kami selanjutnya.



DAFTAR PUSTAKA

Bambang PrasetyoLina Miftahul Jannah. MetodePenelitian Kuantitatif. (Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada, 2011)

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (bandung: Alfabeta, 2012)

Sugiyono. Mixed Methods.(bandung:Alfabeta:2013)



[1] Bambang PrasetyoLina Miftahul Jannah. MetodePenelitian Kuantitatif. (Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada, 2011) h. 69
[2] Bambang PrasetyoLina Miftahul Jannah. MetodePenelitian Kuantitatif.  ... h. 73
[3] Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (bandung: Alfabeta, 2012) h. 145
[4] Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D,  ... h. 146
[5] Sugiyono. Mixed Methods.(bandung:Alfabeta:2013) h. 11

No comments:

Post a Comment