BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sekolah dasar bertanggung jawab memberikan
pengalaman-pengalaman dasar kepada anak,yaitu kemampuan dan kecakapan
membaca,menulis dan berhitung, pengetahuan umum serta mengembangkan
kepribadiannya ,yaitu sikap terbuka terhadap orang lain,penuh
inisiatif,kreatifitas,dan kepemimpinan, ketrampilan serta sikap bertanggung
jawab guru sekolah dasar memegang peranan dan memikul tanggung jawab untuk memahami
anak dan membantu perkembangan social pribadi anak.
Bimbingan itu sendiri dapat diartikan suatu bagian
integral dalam keseluruhan program pendidikan yang mempunyai fungsi
positif,bukan hanya suatu kekuatan kolektif. Proses yang terpenting dalam
pentingnya bimbingan adalah proses penemuan diri sendiri. Hal tersebut akan
membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru, mengembangkan
kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan menerapkannya dalam situasi mendatang.
Bimbingan bukan lagi suatu tindakan yang bersifat hanya
mengatasi setiap krisis yang dihadapi oleh anak,tetapi juga merupakan suatu
pemikiran tentang perkembangan anak sebagai pribadi dengan segala kebutuhan,
minat dan kemampuan yang harus berkembang.
Kebutuhan akan layanan bimbingan di taman kanak-kanak
muncul dari karakteristik dan masalah-masalah perkembangan yang terjadi pada
masa kanakkanak. Pada masa perkembangan anak taman kanak-kanak, masalah dapat
menghambat pencapaian perkembangan pada masa berikutnya.
Layanan bimbingan sebagai suatu upaya bantuan yang
diberikan guru pada anak dilaksanakan secara bersama-sama dengan proses
pembelajaran yang terjadi. Artinya guru pada saat mengajar dapat pula berperan
sebagai pembimbing anak. Layanan bimbingan memiliki beberapa fungsi dan prinsip-prinsip
yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan bimbingan di taman kanak-kanak.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan
masalah dalam makalah ini adalah :
1.
Apa yang dimaksud dengan
layanan bimbingan dan konseling di PAUD dan SD?
2.
Apa saja tujuan Layanan BK
perkembangan di PAUD dan SD?
3.
Bagaimana layanan BK
Perkembangan di PAUd dan SD?
4.
Bagaimana manajemen Program
BK perkembangan di PAUD dan SD?
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan pembahasan makalah ini adalah :
1
Untuk mengetahui yang
dimaksud dengan layanan bimbingan dan konseling di PAUD dan SD
2.
Untuk mengetahui tujuan
Layanan BK perkembangan di PAUD dan SD
3.
Untuk mengetahui layanan BK
Perkembangan di PAUd dan SD
4.
Untuk mengetahui manajemen
Program BK perkembangan di PAUD dan SD
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Layanan Bimbingan
Konseling Perkembangan di PAUD dan SD
1.
Pengertian Layanan BK di
Paud
Bimbingan adalah
proses pemberian bantuan (psikologis) dari konselor kepada konseling baik
secara langsung maupun tidak langsung, baik individual maupun kelompok untuk
mengoptimalkan perkembangan individu. Sedangkan Konseling adalah sebuah proses
bantuan profesional yang diberikan oleh konselor profesional kepada seorang konselinya.[1]
Layanan konseling
pada anak usia dini ini sangat berbeda dengan konseling pada anak remaja atau
dewasa, pada konseling anak remaja maupun dewasa pemecahan masalah serta
tanggung jawab terhadap pilihan ada pada tangan konseli itu sendiri. Namun pada
anak usia dini yang notabene usia masih di bawah usia pendidikan dasar yakni
0-6 tahun proses berpikir secara logis atau nalar masih belum terbentuk. Selain
itu, usia ini masih merupakan usia bermain sehingga rasa tanggung jawabnya
masih dalam proses pembentukan. Dengan demikian, guru atau konselor masih
memegang peranan penting dalam memecahkan masalah.[2]
2.
Pengertian Layanan BK di SD
Bimbingan
merupakan bantuan kepada individu dalam menghadapi persoalan-persoalan yang
dapat timbul dalam hidupnya. Bantuan semacam itu sangat tepat jika diberikan di
sekolah, supaya setiap siswa lebih berkembang ke arah yang semaksimal mungkin.
Di Sekolah Dasar,
kegiatan Bimbingan Konseling tidak diberikan oleh Guru Pembimbing secara khusus
seperti di jenjang pendidikan SMP dan SMA. Guru kelas harus menjalankan
tugasnya secara menyeluruh, baik tugas menyampaikan semua materi pelajaran
(kecuali Agama dan Penjaskes) dan memberikan layanan bimbingan konseling kepada
semua siswa tanpa terkecuali.
Dalam konteks
pemberian layanan bimbingan konseling, mengatakan bahwa pemberian layanan
bimbingan konseling meliputi layanan orientasi, informasi, penempatan dan
penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan
konseling kelompok.[3]
Guru Sekolah
Dasar harus melaksanakan ketujuh layanan bimbingan konseling tersebut agar
setiap permasalahan yang dihadapi siswa dapat diantisipasi sedini mungkin
sehingga tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Dengan demikian siswa
dapat mencapai prestasi belajar secara optimal tanpa mengalami hambatan dan
permasalahan pembelajaran yang cukup berarti.
Realitas di
lapangan, khususnya di Sekolah Dasar menunjukkan bahwa peran guru kelas dalam
pelaksanaan bimbingan konseling belum dapat dilakukan secara optimal mengingat
tugas dan tanggung jawab guru kelas yang sarat akan beban sehingga tugas
memberikan layanan bimbingan konseling kurang membawa dampak positif bagi
peningkatan prestasi belajar siswa.
B.
Tujuan Layanan BK
Perkembangan di PAUD dan SD
1.
Tujuan Layanan BK di Paud
Secara khusus ,
layanan bimbingan dan konseling pada anak usia dini dilakukan untuk membantu
mereka agar mampu :
a.
Mengenal dirinya ,
kemampuannya , sifatnya , kebiasaannya , dan kesenangannya.
b.
Mengembangkan potensi yang
dimiliki anak.
c.
Mengatasi kesulitan yang
dihadapinya.
d.
Menyiapkan perkembangan
mental dan social untuk masuk ke lembaga pendidikan selanjutnya.
Ditinjau dari sudut orang tua ,
kegiatan bimbingan dan konseling pada anak usia dini dilakukan untuk :[4]
a.
Membantu orang tua agar
mengerti , memahami , dan menerima anak sebagai individu.
b.
Membantu orang tua dalam
mangatasi gangguan emosi pada anak yang ada hubungannya dengan situasi keluarga
dirumah .
c.
Membantu orang tua dalam
mengambil keputusan untuk memilih sekolah bagi anaknya sesuai dengan taraf
kemampuan kecerdasan , fisik , dan inderanya.
d.
Memberikan informasi pada
orang tua untuk memecahkan masalah kesehatan anak.
2.
Tujuan Layanan BK di SD
Secara umum
tujuan layanan Bimbingan dan Konseling adalah membantu siswa mengenal bakat,
minat, dan kemampuannya serta memilih dan menyesuaiakan diri dengan kesempatan
pendidikan dan merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja. Sedangkan
secara khusus layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa
agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi-sosial,
belajar, dan karier.
Bimbingan
pribadi-sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan
pribadi-sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri, dan bertanggung
jawab. Dalam aspek pribadi-sosial, BK membantu siswa agar:[5]
a)
Memiliki kesadaran diri dan
dapat mengembangkan sikap positif.
b)
Membuat pilihan secara
sehat.
c)
Menghargai orang lain.
d)
Mempunyai rasa tanggung
jawab.
e)
Mengembangkan keterampilan
hubungan antar pribadi (interpersonal).
f)
Menyelesaikan konflik
g)
Membuat keputusan secara
efektif.
Bimbingan belajar dimaksudkan
untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Dalam aspek tugas
perkembangan belajar, BK membantu siswa agar:
a)
Dapat melaksanakan
keterampilan/teknik belajar secara efektif.
b)
Dapat menentukan tujuan
& perencanaan pendidikan.
c)
Mampu belajar secara
efektif.
d)
Memiliki keterampilan &
kemampuan dalam menghadapi ujian.
Bimbingan karier dimaksudkan untuk
mewujudkan pribadi pekerja dan produktif. Dalam aspek tugas perkembangan
karier, BK membantu siswa agar:
a)
Dapat membentuk identitas
karier.
b)
Dapat merencanakan masa
depan.
c)
Dapat membentuk pola
karier.
d)
Mengenali keterampilan,
kemampuan, & minat dalam dirinya.
C.
Layanan BK
Perkembangan di PAUD dan SD
1.
Layanan BK di PAUD
Adapun struktur program bimbingan dan
konseling di PAUD: [6]
a)
Pengembangan Layanan Dasar
Bimbingan
Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai “proses
pemberian bantuan kepada semua siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara
klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu
perkembangan dirinya secara optimal”.
Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar
memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh
keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka
dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan layanan
dirumuskan sebagai upaya untuk membantu siswa agar memiliki kesadaran
(pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial
budaya dan agama), mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi
tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri
dengan lingkungannya, mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya,
dan mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.
b)
Pengembangan Layanan
Responsif
Layanan responsif merupakan “pemberian bantuan kepada
siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan
segera”.
Tujuan layanan responsif adalah membantu siswa agar
dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau
membantu siswa yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas
perkembangannya. dan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau
kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan
dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan.
c)
Pengembangan Layanan
perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman
tentang diri dan lingkungannya, mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau
pengelolaan terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi,
sosial, belajar, dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan, dan
rencana yang telah dirumuskannya.[7]
d)
Melalui layanan individual,
maka siswa dapat:
1)
Mempersiapkan diri untuk
mengikuti pendidikan lanjutan, merencanakan karir, dan mengembangkan kemampuan
sosial-pribadi, yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi
tentang sekolah, dunia kerja, dan masyarakatnya.
2)
Menganalisis kekuatan dan
kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya.
3)
Mengukur tingkat pencapaian
tujuan dirinya.
4)
Mengambil keputusan yang
merefleksikan perencanaan dirinya.
e)
Pengembangan Layanan
Dukungan Sistem
Ketiga komponen program, merupakan pemberian layanan BK
kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen
layanan dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan
kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa. Dukungan sistem
adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan,
memelihara, dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui
pengembangan profesinal; hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru,
staf ahli/penasehat, masyarakat yang lebih luas; manajemen program; penelitian
dan pengembangan
2.
Layanan BK di SD
Macam-macam layanan bimbingan di SD/MI
Jenis Layanan meliputi : [8]
a)
Layanan Orientasi
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik memahami lingkungan baru, seperti lingkungan satuan pendidikan
bagi siswa baru, dan obyek-obyek yang perlu dipelajari, untuk menyesuaikan diri
serta mempermudah dan memperlancar peran di lingkungan baru yang efektif dan
berkarakter.
b)
Layanan Informasi
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar,
dan pendidikan lanjutan secara terarah, objektif dan bijak.
c)
Layanan Penempatan dan
Penyaluran
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas,
kelompok belajar, peminatan/lintas minat/pendalaman minat, program latihan, dan
kegiatan ekstrakurikuler secara terarah, objektif dan bijak.
d)
Layanan Penguasaan Konten
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan
dalam melakukan, berbuat atau mengerjakan sesuatu yang berguna dalam kehidupan
di sekolah/madrasah, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan tuntutan kemajuan
dan berkarakter-cerdas yang terpuji, sesuai dengan potensi dan peminatan
dirinya.
e)
Layanan Konseling
Perseorangan
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya melalui prosedur
perseorangan.[9]
f)
Layanan Bimbingan Kelompok
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan
belajar, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu sesuai
dengan tuntutan karakter yang terpuji melalui dinamika kelompok.
g)
Layanan Konseling Kelompok
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami sesuai
dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji melalui dinamika kelompok.
h)
Layanan Konsultasi
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara
dan atau perlakuan yang perlu dilaksanakan kepada pihak ketiga sesuai dengan
tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.
i)
Layanan Mediasi
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan dengan
pihak lain sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.
D.
Manajemen Program BK
Perkembangan di PAUD dan SD
Setiap lembaga pendidikan formal (TK, SD, SMP, SMA,
sampai dengan PT) mempunyai tujuan pendidikan yang disebut dengan tujuan
institusional. Tujuan sekolah merupakan tujuan intermedier bagi tercapainya
tujuan pendidikan yang lebih tinggi. Untuk mencapai tujuan ini, maka setiap
sekolah (SD sampai PT) haruslah menyelenggarakan berbagai kegiatan. Selain
kegiatan, masih ada aspek lain yaiatu bimbingan sikap dan kesejahteraan yang
belum dapat tercapai secara maksimal. Untuk memberikan perhatian terhadap aspek
ini maka salah satu caranya adalah memberikan bimbingan kepada siswa. Dengan
layanan ini diharapkan kesulitan siswa, baik kesulitan belajar, kesulitan
emosional, maupun kesulitan yang lain dapat teratasi dengan baik.
Program bimbingan untuk masing-masing jenjang
pendidikan dapat dirumuskan sesuai dengan karakteristiknya, yaitu: [10]
1.
Manajemen Program Bimbingan
di TK (Taman Kanak-kanak)
Layanan bimbingan dan konselingnya
ditekankan pada:
a)
Bimbingan yang berkaitan
dengan kemandirian dan hubungan sosial dengan teman-teman sebayanya
b)
Bimbingan pribadi seperti
pemupukan disiplin
Pada Taman Kanak-kanak guru
kelaslah yang bertindak sebagai konselor di kelas dan biasanya terdapat dua
guru kelas pada masing-masing kelas. Terdapat pada dua hal yang dibahas didalam
program Bimbingan dan Konseling, yaitu:
a)
Uraian program pengembangan
pembentukan perilaku meliputi moral pancasila, agama, disiplin, perasaan atau
emosi dan kemampuan bermasyarakat.
b)
Uraian program pengembangan
kemampuan dasar meliputi kemampuan berbahasa, daya pikir, daya cipta, keterampilan
dan jasmani. Biasanya guru menjabarkan macam-macam hal yang perlu diperhatikan
secara satu persatu, antara lain:[11]
1)
Kemampuan berbahasa
2)
Daya pikir
3)
Daya cipta
4)
Keterampilan dan
5)
Jasmani
2.
Manajemen Program Bimbingan
di SD (Sekolah Dasar)
Program kegiatan
bimbingan dan konseling untuk siswa-siswa sekolah dasar lebih menekankan pada
usaha pencapaian tugas-tugas perkembangan mereka antara lain mengatur kegiatan
belajarnya dengan bertanggung jawab, dapat berbuat dengan cara-cara yang dapat
diterima oleh orang dewasa serta teman-teman sebayanya, mengembangkan kesadaran
moral berdasarkan nilai-nilai kehidupan dengan membentuk kata hati (Winkel,
1991). Layanan BK ditekankan pada:
a)
Mengatur kegiatan-kegiatan
belajarnya dengan bertanggung jawab
b)
Mengembangkan kesadaran
moral berdasarkan nilai-nilai kehidupan
Pada tahap ini Bimbingan dan
Konseling berperan dalam membimbing siswa untuk mengenal diri dan lingkungan
agar siswa menjadi pribadi yang mandiri, kreatif dan produktif. Di sekolah
dasar, sekolah tidak memiliki guru Bimbingan dan Konseling secara khusus yang
ada hanyalah wali kelas yang juga berperan sebagai guru Bimbingan dan Konseling
dan sistem yang digunakan wali kelas akan mengomentari perilaku yang terjadi
sehari-hari dan menuliskannya pada buku rapot yang biasanya berupa bagaimana prilaku, sikap dan cara berpakaian.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa
Bimbingan dan Konseling adalah membantu siswa mengenal bakat, minat, dan
kemampuannya serta memilih dan menyesuaiakan diri dengan kesempatan pendidikan
dan merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja.Oleh karena itu
peranan guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan BK sangat penting dalam rangka
mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Layanan
konseling pada anak usia dini ini sangat berbeda dengan konseling pada anak
remaja atau dewasa, pada konseling anak remaja maupun dewasa pemecahan masalah
serta tanggung jawab terhadap pilihan ada pada tangan konseli itu sendiri.
Namun pada anak usia dini yang notabene usia masih di bawah usia pendidikan
dasar yakni 0-6 tahun proses berpikir secara logis atau nalar masih belum
terbentuk. Selain itu, usia ini masih merupakan usia bermain sehingga rasa
tanggung jawabnya masih dalam proses pembentukan.
Di Sekolah Dasar, kegiatan Bimbingan Konseling tidak
diberikan oleh Guru Pembimbing secara khusus seperti di jenjang pendidikan SMP
dan SMA. Guru kelas harus menjalankan tugasnya secara menyeluruh, baik tugas
menyampaikan semua materi pelajaran (kecuali Agama dan Penjaskes) dan
memberikan layanan bimbingan konseling kepada semua siswa tanpa terkecuali.
B.
Saran
Bagi Orang Tua hendaknya memberikan bimbingan sejak
dini kepada anaknya, karena waktu anaknya lebih banyak ada dilingkungan
keluarga. Untuk guru BK hendaknya selalu memberi layanan bimbingan kepada siswa
dengan cara dan metode yang bervariasi sehingga siswa tidak merasa bosan ketika
proses pemberian layanan.
DAFTAR
PUSTAKA
Sulistyarini ,
Muhammad Jauhar. Dasar – Dasar Konseling. (Jakarta : Prestasi Pustaka.
2014)
Winkel. Bimbingan
dan Konseling Di Institusi Pendidikan.
(Jakarta : Gramedia. 1978)
Prayitno, dkk. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan
dan Konseling Di. Sekolah Buku III Pelayanan Bimbingan dan Konseling. (Jakarta:
Direktorat Pendidikan RI, 1997)
Winkel. Bimbingan
dan Konseling Di Institusi Pendidikan.
(Jakarta : Gramedia. 1978)
Tohirin. Bimbingan
dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. (Jakarta : Raja Grafindo Persada,
2009)
Fitri Utami, Layanan
Bimbingan dan Konseling di Paud, (https://vhitrii.wordpress.com diunggah
pada 21/05/2015 pukul14.00 Wib, dan diakses pada 20/05/2018 pukul 19.00 Wib
Zainal Abidin dan
Alief Bodiyono. Dasar-Dasar Bimbingan
dan Konseling,(Purwokerto : Grafindo. 2010)
Tohirin. Bimbingan
dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. (Jakarta : Raja Grafindo Persada,
2009)
Dendy Resmana, Program
BK dan Implementasinya), (Sumber: https://dendyresmana.wordpress.com diunggah pada
28/04/2017 pukul 09.00 Wib, dan diakses pada 18/05/2018 pukul 19.00Wib
[1] Sulistyarini , Muhammad Jauhar. Dasar
– Dasar Konseling. (Jakarta : Prestasi Pustaka. 2014) h. 2
[2] Winkel. Bimbingan dan Konseling Di
Institusi Pendidikan. (Jakarta :
Gramedia. 1978) h. 34
[3] Prayitno, dkk. Seri
Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Di. Sekolah Buku III Pelayanan
Bimbingan dan Konseling. (Jakarta: Direktorat Pendidikan RI, 1997) h. 35
[4] Winkel. Bimbingan dan Konseling Di
Institusi Pendidikan. (Jakarta :
Gramedia. 1978) h. 35
[5] Tohirin. Bimbingan dan Konseling
di Sekolah dan Madrasah. (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2009), h. 110
[6] Fitri Utami, Layanan Bimbingan dan
Konseling di Paud, (https://vhitrii.wordpress.com diunggah pada 21/05/2015
pukul14.00 Wib, dan diakses pada 20/05/2018 pukul 19.00 Wib
[7] Fitri Utami, Layanan Bimbingan dan
Konseling di Paud, (https://vhitrii.wordpress.com diunggah pada 21/05/2015
pukul14.00 Wib, dan diakses pada 20/05/2018 pukul 19.00 Wib
[8] Zainal Abidin dan Alief Bodiyono. Dasar-Dasar Bimbingan dan
Konseling,(Purwokerto : Grafindo. 2010), h. 35
[9] Tohirin. Bimbingan dan Konseling
di Sekolah dan Madrasah. (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2009), h. 116
[10]Dendy Resmana, Program BK dan Implementasinya),
(Sumber: https://dendyresmana.wordpress.com diunggah pada 28/04/2017 pukul 09.00
Wib, dan diakses pada 18/05/2018 pukul 19.00Wib
[11] Dendy Resmana, Program BK dan Implementasinya),
(Sumber: https://dendyresmana.wordpress.com diunggah pada 28/04/2017 pukul 09.00
Wib, dan diakses pada 18/05/2018 pukul 19.00Wib
No comments:
Post a Comment