Tuesday, May 22, 2018

Makalah Konsep Dasar Layanan Bimbinga dan Knseling di PAud dan SD


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Sekolah dasar bertanggung jawab memberikan pengalaman-pengalaman dasar kepada anak,yaitu kemampuan dan kecakapan membaca,menulis dan berhitung, pengetahuan umum serta mengembangkan kepribadiannya ,yaitu sikap terbuka terhadap orang lain,penuh inisiatif,kreatifitas,dan kepemimpinan, ketrampilan serta sikap bertanggung jawab guru sekolah dasar memegang peranan dan memikul tanggung jawab untuk memahami anak dan membantu perkembangan social pribadi anak.
Bimbingan itu sendiri dapat diartikan suatu bagian integral dalam keseluruhan program pendidikan yang mempunyai fungsi positif,bukan hanya suatu kekuatan kolektif. Proses yang terpenting dalam pentingnya bimbingan adalah proses penemuan diri sendiri. Hal tersebut akan membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru, mengembangkan kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan menerapkannya dalam situasi mendatang.
Bimbingan bukan lagi suatu tindakan yang bersifat hanya mengatasi setiap krisis yang dihadapi oleh anak,tetapi juga merupakan suatu pemikiran tentang perkembangan anak sebagai pribadi dengan segala kebutuhan, minat dan kemampuan yang harus berkembang.
Kebutuhan akan layanan bimbingan di taman kanak-kanak muncul dari karakteristik dan masalah-masalah perkembangan yang terjadi pada masa kanakkanak. Pada masa perkembangan anak taman kanak-kanak, masalah dapat menghambat pencapaian perkembangan pada masa berikutnya.
Layanan bimbingan sebagai suatu upaya bantuan yang diberikan guru pada anak dilaksanakan secara bersama-sama dengan proses pembelajaran yang terjadi. Artinya guru pada saat mengajar dapat pula berperan sebagai pembimbing anak. Layanan bimbingan memiliki beberapa fungsi dan prinsip-prinsip yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan bimbingan di taman kanak-kanak.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.      Apa yang dimaksud dengan layanan bimbingan dan konseling di PAUD dan SD?
2.      Apa saja tujuan Layanan BK perkembangan di PAUD dan SD?
3.      Bagaimana layanan BK Perkembangan di PAUd dan SD?
4.      Bagaimana manajemen Program BK perkembangan di PAUD dan SD?

C.     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan pembahasan makalah ini adalah :
1        Untuk mengetahui yang dimaksud dengan layanan bimbingan dan konseling di PAUD dan SD
2.      Untuk mengetahui tujuan Layanan BK perkembangan di PAUD dan SD
3.      Untuk mengetahui layanan BK Perkembangan di PAUd dan SD
4.      Untuk mengetahui manajemen Program BK perkembangan di PAUD dan SD







BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Layanan Bimbingan Konseling Perkembangan di PAUD dan SD
1.      Pengertian Layanan BK di Paud
Bimbingan adalah proses pemberian bantuan (psikologis) dari konselor kepada konseling baik secara langsung maupun tidak langsung, baik individual maupun kelompok untuk mengoptimalkan perkembangan individu. Sedangkan Konseling adalah sebuah proses bantuan profesional yang diberikan oleh konselor profesional kepada seorang konselinya.[1]
Layanan konseling pada anak usia dini ini sangat berbeda dengan konseling pada anak remaja atau dewasa, pada konseling anak remaja maupun dewasa pemecahan masalah serta tanggung jawab terhadap pilihan ada pada tangan konseli itu sendiri. Namun pada anak usia dini yang notabene usia masih di bawah usia pendidikan dasar yakni 0-6 tahun proses berpikir secara logis atau nalar masih belum terbentuk. Selain itu, usia ini masih merupakan usia bermain sehingga rasa tanggung jawabnya masih dalam proses pembentukan. Dengan demikian, guru atau konselor masih memegang peranan penting dalam memecahkan masalah.[2]
2.      Pengertian Layanan BK di SD
Bimbingan merupakan bantuan kepada individu dalam menghadapi persoalan-persoalan yang dapat timbul dalam hidupnya. Bantuan semacam itu sangat tepat jika diberikan di sekolah, supaya setiap siswa lebih berkembang ke arah yang semaksimal mungkin.
Di Sekolah Dasar, kegiatan Bimbingan Konseling tidak diberikan oleh Guru Pembimbing secara khusus seperti di jenjang pendidikan SMP dan SMA. Guru kelas harus menjalankan tugasnya secara menyeluruh, baik tugas menyampaikan semua materi pelajaran (kecuali Agama dan Penjaskes) dan memberikan layanan bimbingan konseling kepada semua siswa tanpa terkecuali.
Dalam konteks pemberian layanan bimbingan konseling, mengatakan bahwa pemberian layanan bimbingan konseling meliputi layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok.[3]
Guru Sekolah Dasar harus melaksanakan ketujuh layanan bimbingan konseling tersebut agar setiap permasalahan yang dihadapi siswa dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal tanpa mengalami hambatan dan permasalahan pembelajaran yang cukup berarti.
Realitas di lapangan, khususnya di Sekolah Dasar menunjukkan bahwa peran guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan konseling belum dapat dilakukan secara optimal mengingat tugas dan tanggung jawab guru kelas yang sarat akan beban sehingga tugas memberikan layanan bimbingan konseling kurang membawa dampak positif bagi peningkatan prestasi belajar siswa.

B.     Tujuan Layanan BK Perkembangan di PAUD dan SD
1.      Tujuan Layanan BK di Paud
Secara khusus , layanan bimbingan dan konseling pada anak usia dini dilakukan untuk membantu mereka agar mampu :
a.       Mengenal dirinya , kemampuannya , sifatnya , kebiasaannya , dan kesenangannya.
b.      Mengembangkan potensi yang dimiliki anak.
c.       Mengatasi kesulitan yang dihadapinya.
d.      Menyiapkan perkembangan mental dan social untuk masuk ke lembaga pendidikan selanjutnya.
Ditinjau dari sudut orang tua , kegiatan bimbingan dan konseling pada anak usia dini dilakukan untuk :[4]
a.       Membantu orang tua agar mengerti , memahami , dan menerima anak sebagai individu.
b.      Membantu orang tua dalam mangatasi gangguan emosi pada anak yang ada hubungannya dengan situasi keluarga dirumah .
c.       Membantu orang tua dalam mengambil keputusan untuk memilih sekolah bagi anaknya sesuai dengan taraf kemampuan kecerdasan , fisik , dan inderanya.
d.      Memberikan informasi pada orang tua untuk memecahkan masalah kesehatan anak.
2.      Tujuan Layanan BK di SD
Secara umum tujuan layanan Bimbingan dan Konseling adalah membantu siswa mengenal bakat, minat, dan kemampuannya serta memilih dan menyesuaiakan diri dengan kesempatan pendidikan dan merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja. Sedangkan secara khusus layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi-sosial, belajar, dan karier.
Bimbingan pribadi-sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi-sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri, dan bertanggung jawab. Dalam aspek pribadi-sosial, BK membantu siswa agar:[5]
a)      Memiliki kesadaran diri dan dapat mengembangkan sikap positif.
b)      Membuat pilihan secara sehat.
c)      Menghargai orang lain.
d)      Mempunyai rasa tanggung jawab.
e)      Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi (interpersonal).
f)        Menyelesaikan konflik
g)      Membuat keputusan secara efektif.
Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Dalam aspek tugas perkembangan belajar, BK membantu siswa agar:
a)      Dapat melaksanakan keterampilan/teknik belajar secara efektif.
b)      Dapat menentukan tujuan & perencanaan pendidikan.
c)      Mampu belajar secara efektif.
d)      Memiliki keterampilan & kemampuan dalam menghadapi ujian.
Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja dan produktif. Dalam aspek tugas perkembangan karier, BK membantu siswa agar:
a)      Dapat membentuk identitas karier.
b)      Dapat merencanakan masa depan.
c)      Dapat membentuk pola karier.
d)      Mengenali keterampilan, kemampuan, & minat dalam dirinya.

C.     Layanan BK Perkembangan di PAUD dan SD
1.      Layanan BK di PAUD
Adapun struktur program bimbingan dan konseling di PAUD: [6]
a)      Pengembangan Layanan Dasar Bimbingan
Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai “proses pemberian bantuan kepada semua siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal”.
Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan layanan dirumuskan sebagai upaya untuk membantu siswa agar memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.
b)      Pengembangan Layanan Responsif
Layanan responsif merupakan “pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera”.
Tujuan layanan responsif adalah membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu siswa yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. dan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan.
c)      Pengembangan Layanan perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya, mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang telah dirumuskannya.[7]
d)      Melalui layanan individual, maka siswa dapat:
1)      Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan, merencanakan karir, dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi, yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja, dan masyarakatnya.
2)      Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya.
3)      Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya.
4)      Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.
e)      Pengembangan Layanan Dukungan Sistem
Ketiga komponen program, merupakan pemberian layanan BK kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa. Dukungan sistem adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan profesinal; hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/penasehat, masyarakat yang lebih luas; manajemen program; penelitian dan pengembangan
2.      Layanan BK di SD
Macam-macam layanan bimbingan di SD/MI
Jenis Layanan meliputi : [8]
a)      Layanan Orientasi
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, seperti lingkungan satuan pendidikan bagi siswa baru, dan obyek-obyek yang perlu dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran di lingkungan baru yang efektif dan berkarakter.
b)      Layanan Informasi
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, dan pendidikan lanjutan secara terarah, objektif dan bijak.
c)      Layanan Penempatan dan Penyaluran
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, peminatan/lintas minat/pendalaman minat, program latihan, dan kegiatan ekstrakurikuler secara terarah, objektif dan bijak.
d)      Layanan Penguasaan Konten
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan dalam melakukan, berbuat atau mengerjakan sesuatu yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan tuntutan kemajuan dan berkarakter-cerdas yang terpuji, sesuai dengan potensi dan peminatan dirinya.
e)      Layanan Konseling Perseorangan
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya melalui prosedur perseorangan.[9]
f)        Layanan Bimbingan Kelompok
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji melalui dinamika kelompok.
g)      Layanan Konseling Kelompok
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji melalui dinamika kelompok.
h)      Layanan Konsultasi
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara dan atau perlakuan yang perlu dilaksanakan kepada pihak ketiga sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.
i)        Layanan Mediasi
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan dengan pihak lain sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.

D.    Manajemen Program BK Perkembangan di PAUD dan SD
Setiap lembaga pendidikan formal (TK, SD, SMP, SMA, sampai dengan PT) mempunyai tujuan pendidikan yang disebut dengan tujuan institusional. Tujuan sekolah merupakan tujuan intermedier bagi tercapainya tujuan pendidikan yang lebih tinggi. Untuk mencapai tujuan ini, maka setiap sekolah (SD sampai PT) haruslah menyelenggarakan berbagai kegiatan. Selain kegiatan, masih ada aspek lain yaiatu bimbingan sikap dan kesejahteraan yang belum dapat tercapai secara maksimal. Untuk memberikan perhatian terhadap aspek ini maka salah satu caranya adalah memberikan bimbingan kepada siswa. Dengan layanan ini diharapkan kesulitan siswa, baik kesulitan belajar, kesulitan emosional, maupun kesulitan yang lain dapat teratasi dengan baik.
Program bimbingan untuk masing-masing jenjang pendidikan dapat dirumuskan sesuai dengan karakteristiknya, yaitu: [10]
1.      Manajemen Program Bimbingan di TK (Taman Kanak-kanak)
Layanan bimbingan dan konselingnya ditekankan pada:
a)      Bimbingan yang berkaitan dengan kemandirian dan hubungan sosial dengan teman-teman sebayanya
b)      Bimbingan pribadi seperti pemupukan disiplin
Pada Taman Kanak-kanak guru kelaslah yang bertindak sebagai konselor di kelas dan biasanya terdapat dua guru kelas pada masing-masing kelas. Terdapat pada dua hal yang dibahas didalam program Bimbingan dan Konseling, yaitu:
a)      Uraian program pengembangan pembentukan perilaku meliputi moral pancasila, agama, disiplin, perasaan atau emosi dan kemampuan bermasyarakat.
b)      Uraian program pengembangan kemampuan dasar meliputi kemampuan berbahasa, daya pikir, daya cipta, keterampilan dan jasmani. Biasanya guru menjabarkan macam-macam hal yang perlu diperhatikan secara satu persatu, antara lain:[11]
1)      Kemampuan berbahasa
2)      Daya pikir
3)      Daya cipta
4)      Keterampilan dan
5)      Jasmani
2.      Manajemen Program Bimbingan di SD (Sekolah Dasar)
Program kegiatan bimbingan dan konseling untuk siswa-siswa sekolah dasar lebih menekankan pada usaha pencapaian tugas-tugas perkembangan mereka antara lain mengatur kegiatan belajarnya dengan bertanggung jawab, dapat berbuat dengan cara-cara yang dapat diterima oleh orang dewasa serta teman-teman sebayanya, mengembangkan kesadaran moral berdasarkan nilai-nilai kehidupan dengan membentuk kata hati (Winkel, 1991). Layanan BK ditekankan pada:
a)      Mengatur kegiatan-kegiatan belajarnya dengan bertanggung jawab
b)      Mengembangkan kesadaran moral berdasarkan nilai-nilai kehidupan
Pada tahap ini Bimbingan dan Konseling berperan dalam membimbing siswa untuk mengenal diri dan lingkungan agar siswa menjadi pribadi yang mandiri, kreatif dan produktif. Di sekolah dasar, sekolah tidak memiliki guru Bimbingan dan Konseling secara khusus yang ada hanyalah wali kelas yang juga berperan sebagai guru Bimbingan dan Konseling dan sistem yang digunakan wali kelas akan mengomentari perilaku yang terjadi sehari-hari dan menuliskannya pada buku rapot yang biasanya berupa  bagaimana prilaku, sikap  dan cara berpakaian.



BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Bimbingan dan Konseling adalah membantu siswa mengenal bakat, minat, dan kemampuannya serta memilih dan menyesuaiakan diri dengan kesempatan pendidikan dan merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja.Oleh karena itu peranan guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan BK sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Layanan konseling pada anak usia dini ini sangat berbeda dengan konseling pada anak remaja atau dewasa, pada konseling anak remaja maupun dewasa pemecahan masalah serta tanggung jawab terhadap pilihan ada pada tangan konseli itu sendiri. Namun pada anak usia dini yang notabene usia masih di bawah usia pendidikan dasar yakni 0-6 tahun proses berpikir secara logis atau nalar masih belum terbentuk. Selain itu, usia ini masih merupakan usia bermain sehingga rasa tanggung jawabnya masih dalam proses pembentukan.
Di Sekolah Dasar, kegiatan Bimbingan Konseling tidak diberikan oleh Guru Pembimbing secara khusus seperti di jenjang pendidikan SMP dan SMA. Guru kelas harus menjalankan tugasnya secara menyeluruh, baik tugas menyampaikan semua materi pelajaran (kecuali Agama dan Penjaskes) dan memberikan layanan bimbingan konseling kepada semua siswa tanpa terkecuali.

B.     Saran
Bagi Orang Tua hendaknya memberikan bimbingan sejak dini kepada anaknya, karena waktu anaknya lebih banyak ada dilingkungan keluarga. Untuk guru BK hendaknya selalu memberi layanan bimbingan kepada siswa dengan cara dan metode yang bervariasi sehingga siswa tidak merasa bosan ketika proses pemberian layanan.

DAFTAR PUSTAKA

Sulistyarini , Muhammad Jauhar. Dasar – Dasar Konseling. (Jakarta : Prestasi Pustaka. 2014)

Winkel. Bimbingan dan Konseling Di Institusi Pendidikan.  (Jakarta : Gramedia. 1978)

Prayitno, dkk. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Di. Sekolah Buku III Pelayanan Bimbingan dan Konseling. (Jakarta: Direktorat Pendidikan RI, 1997)

Winkel. Bimbingan dan Konseling Di Institusi Pendidikan.  (Jakarta : Gramedia. 1978)

Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2009)

Fitri Utami, Layanan Bimbingan dan Konseling di Paud, (https://vhitrii.wordpress.com diunggah pada 21/05/2015 pukul14.00 Wib, dan diakses pada 20/05/2018 pukul 19.00 Wib

Zainal Abidin dan Alief  Bodiyono. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling,(Purwokerto : Grafindo. 2010)

Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2009)

Dendy Resmana, Program BK dan Implementasinya), (Sumber: https://dendyresmana.wordpress.com diunggah pada 28/04/2017 pukul 09.00 Wib, dan diakses pada 18/05/2018 pukul 19.00Wib


[1] Sulistyarini , Muhammad Jauhar. Dasar – Dasar Konseling. (Jakarta : Prestasi Pustaka. 2014) h. 2
[2] Winkel. Bimbingan dan Konseling Di Institusi Pendidikan.  (Jakarta : Gramedia. 1978) h. 34
[3] Prayitno, dkk. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Di. Sekolah Buku III Pelayanan Bimbingan dan Konseling. (Jakarta: Direktorat Pendidikan RI, 1997) h. 35
[4] Winkel. Bimbingan dan Konseling Di Institusi Pendidikan.  (Jakarta : Gramedia. 1978) h. 35
[5] Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2009), h. 110
[6] Fitri Utami, Layanan Bimbingan dan Konseling di Paud, (https://vhitrii.wordpress.com diunggah pada 21/05/2015 pukul14.00 Wib, dan diakses pada 20/05/2018 pukul 19.00 Wib
[7] Fitri Utami, Layanan Bimbingan dan Konseling di Paud, (https://vhitrii.wordpress.com diunggah pada 21/05/2015 pukul14.00 Wib, dan diakses pada 20/05/2018 pukul 19.00 Wib
[8] Zainal Abidin dan Alief  Bodiyono. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling,(Purwokerto : Grafindo. 2010), h. 35
[9] Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2009), h. 116
[10]Dendy Resmana, Program BK dan Implementasinya), (Sumber: https://dendyresmana.wordpress.com diunggah pada 28/04/2017 pukul 09.00 Wib, dan diakses pada 18/05/2018 pukul 19.00Wib
[11] Dendy Resmana, Program BK dan Implementasinya), (Sumber: https://dendyresmana.wordpress.com diunggah pada 28/04/2017 pukul 09.00 Wib, dan diakses pada 18/05/2018 pukul 19.00Wib

No comments:

Post a Comment