BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat 1 dinyatakan bahwa
kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan dan khusus pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah terdiri atas 1) kelompok mata pelajaran agama dan
akhlak mulia; 2) kelompok mata pelajaran kwarganegaraan dan kepribadian; 3)
kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; 4) kelompok mata
pelajaran estetika; 5) kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
Setiap kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan secara holistic, sehingga
pembelajaran masing-masing kelompok mempengaruhi pemahaman dan penghayatan
peserta didik, semua mata pelajaran sama pentingnyan dalam menentukan kelulusan.
Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak
mulia tersebut dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.Akhlak
mulia mencakup etika, budi pekerti atau moral sebagai perwujudan dari
pendidikan agama itu sendiri.
Pendidikan Agama Islam sebagai pendidikan
moral bertujuan untuk mewujudkan karekter peserta didik yang memahami,
meyakini, dan menghayati nilai-nilai Islam, serta memiliki komitmen untuk
bersikap dan bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut, dalam kehidupan
sebagai pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga Negara, dan warga
dunia.
Pendidikan
Islam adalah sistem pendidikan yang sengaja dan diselenggarakan dengan hasrat
dan niat atau rencana yang sungguh-sungguh
untuk melaksanakan ajaran dan nilai-nilai Islam, sebagaimana tertuang
atau terkandung dalam visi, misi, tujuan , program kegiatan maupun pada praktik
pelaksanaan kependidikannya. Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI
merupakan salah satu perwujudan dari pengembangan system pendidikan Islam.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas,
maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.
Bagaimana telaah analisis kurikulum PAI ?
2.
Bagaimana Analisis Program Pengajaran Madrasah
Aliyah Kelas XI Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Kurikulum KTSP?
3.
Apa saja Tujuan
dan Ruang Lingkup Kelompok Mata Pelajaran PAI di Madrasah Aliyah?
4.
Bagaimana Analisis Program Pengajaran
kurikulum 2013?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui telaah analisis kurikulum
PAI
2.
Untuk mengetahui Analisis Program Pengajaran
Madrasah Aliyah Kelas XI Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Kurikulum KTSP
3.
Untuk mengetahui Tujuan dan Ruang Lingkup Kelompok Mata
Pelajaran PAI di Madrasah Aliyah
4.
Untuk mengetahui Analisis Program Pengajaran
kurikulum 2013
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Analisis
Telaah Kurikulum PAI
Pengertian telaah adalah penyelidikan;
kajian; pemerikasaan; penelitian. (Kamus Umum Bahasa Indonesia)
Istilah kurikulum (curriculum), awalnya digunakan
dalam dunia olahraga, berasal dari kata curir (pelari) atau curere (tempat
berpacu). Pada saat itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh
oleh seorang pelari mulai dari startsampai finish untuk memperoleh medali/
penghargaan. (Abdurrahmansyah, Teori Pengembangan Kurikulum Aplikasi: Telaah Kurikulum PAI di SLTP &
SLTA)[1]
Kemudian dengan pengertian tersebut
diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subject)
yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran
untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah. Kurikulum dapat dipandang
sebagai rencana konkret penerapan dari suatu teori pendidikan. (Nana Syaodih
Sukmadinata: Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek)
Dari pengertian di atas, dalam kurikulum
terkandung dua pokok, yaitu: (1) Adanya mata pelajaran yang harus ditempuh oleh
siswa, (2) Tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh ijazah.
Kurikulum adalah rencana tertulis tentang
kemampuan yang harus dimiliki berdasarkan standar nasional, materi yang perlu
dipelajari dan pengalaman belajar yang harus dijalani untuk mencapai kemampuan
tersebut dan evaluasi yang perlu pencapaian kemampuan peserta didik, serta
seperangkat peraturan yang berkenaan dengan pengalaman belajar peserta didik dalam
mengembangkan potensi dirinya pada satuan. (Oemar Hamalik; Manajemen
Pengembangan Kurikulum)
Unsur dalam pengertian kurikulum di atas:
1.
Adanya kemampuan yang harus dimiliki
(kompetensi)
2.
Materi yang harus dipelajari
3.
Pengalaman belajar yang harus dijalani dalam
mengembangkan kompetensi
4.
Evaluasi (untuk mengetahui kemampuan)
5.
Seperangkat peraturan tentang pengalaman
belajar (perencanaan pembelajaran)
Jadi, telaah kurikulum adalah suatu kajian
terhadap kompetensi, materi, evaluasi serta perencanaan pembelajaran yang dapat
dijadikan pedoman bagi guru di sekolah.
B.
Analisis
Program Pengajaran Madrasah Aliyah Kelas XI Mata Pelajaran Aqidah Akhlak
Kurikulum KTSP
|
t.
|
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Alokasi Waktu
|
|
I
|
Memahami ilmu kalam
|
1.
Menjelaskan pengertian
dan fungsi ilmu kalam
2.
Menjelaskan hubungan
ilmu kalam dengan ilmu lainnya
3.
Menerapkan ilmu kalam
dalam mempertahankan akidah
|
4 jam pelajaran
(2x pertemuan)
|
|
Memahami aliran-aliran
ilmu kalam dan tokoh-tokohnya
|
1.
Menjelaskan
Aliran-Aliran Ilmu Kalam, Dan Pandangan-Pandangannya (Khawarij, Murji’ah,
Syi’ah, Jabariyah, Qadariyah, Asy’ariyah, Maturidiyah, Muktazilah, teologi
transformarif, dan teologi pembebasan)
2.
Menganalisis perbedaan
antara aliran ilmu kalam ynag satu dengan lainnya
3.
Menunjukkan
contoh-contoh perilaku orang yang beraliran tertentu dalam ilmu kalam
4.
Menghargai terhadap
aliran yang berbeda dalam kehidupan bermasyarakat
|
14 jam pelajaran
(7 x pertemuan)
|
|
|
Mebiasakan perilaku
terpuji
|
1.
Menjelaskan pengertian
dan pentingnya akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu, dan menerima
tamu
2.
Mengidentifikasikan
bentuk akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu, dan menerima tamu
3.
Menunjukkan nila-nilai
positif dari akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu, dan menerima
tamu
4.
Membiasakan akhlak berpakaian,
berhias, perjalanan, bertamu, dan menerima tamu
|
6 jam pelajaran
(3 x pertemuan)
|
|
|
Menghindari perilaku
tercela
|
1.
Menjelaskan
pengertian dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri,
mengonsumsi narkoba)
2.
Mengidentifikasikan
bentuk dan contoh-contoh dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi, zina, mencuri,
mengonsumsi narkoba)
3.
Menunjukkan
nilai-nilai negatif akibat perbuatan dosa besar (mabuk-mabukan, berjudi,
zina, mencuri, mengonsumsi narkoba)
4.
Membiasakan diri untuk
menghindari perilaku dosa besar (mabuk-mabukkan, berjudi, zina, mencuri,
mengonsumsi narkoba)
|
10 jam pelajaran
(5 x pertemuan)
|
|
|
II
|
Memahami tasawuf
|
1.
Menjelaskan
pengertian, asal usul, dan istilah-istilah dalam tasawuf
2.
Menjelaskan fungsi dan
peranan tasawuf dalam kehidupan modern
3.
Menunjukkan
contoh-contoh perilaku bertasawuf
4.
Menerapkan tasawuf
dalam kehidupan modern
|
10 jam pelajaran
(5 x pertemuan)
|
|
Membiasakan perilaku
terpuji
|
1.
Menjelaskan pengertian
dan pentingnya adil, rida, amal saleh, persatuan, dan kerukunan
2.
Mengidentifikasikan
perilaku orang yang berbuat adil, rida, amal saleh, persatuan, dan kerukunan
3.
Mennunjukkan
nilai-nilai positif dari adil, rida, amal saleh, persatuan, dan kerukunan
4.
Membiasakan perilaku
adil, rida, amal saleh, persatuan, dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari
|
6 jam pelajaran
(3 x pertemuan)
|
|
|
Membiasakan perilaku
terpuji
|
1.
Menjelaskan pengertian
dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
2.
Mengidentifikasikan
bentuk dan contoh-contoh perilaku akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
3.
Menunjukkan nilai
negatif akibat perilaku pergaulan remaja yang tidak sesuai dengan akhlak
Islam dalam fenomena kehidupan
4.
Menerapkan akhlak
terpuji dalam pergaulan remaja dalam kehidupan sehari-hari
|
8 jam pelajaran
(4 x pertemuan)
|
|
|
Menghindari perilaku
tercela
|
1.
Menjelaskan pengertian
israf, tabzir, dan fitnah
2.
Mengidentifikasikan
bentuk dan contoh-contoh perbuatan israf, tabzir, dan fitnah
3.
Menunjukkan
nilai-nilai negatif akibat perbuatan israf, tabzi, dan fitnah
4.
Membiasakan diri untuk
menghidari perilaku israf, tabzir, dan fitnah
|
6 jam pelajaran
(3 x pertemuan)
|
C. Tujuan dan Ruang Lingkup Kelompok Mata
Pelajaran PAI di Madrasah Aliyah
1.
Tujuan
Kelompok Mata Pelajaran PAI di Madrasah Aliyah
a)
Akidah-Akhlak
Mata pelajaran Akidah-Akhlak di Madrasah
Aliyah adalah salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang merupakan
peningkatan dari akidah dan akhlak yang telah dipelajari oleh peserta didik di
Madrasah Tsanawiyah.[2]
Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara mempelajari dan memperdalam
akidah-akhlak sebagai persiapan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih
tinggi dan untuk hidup bermasyarakat dan/atau memasuki lapangan kerja.
Pada aspek akidah ditekankan pada pemahaman
dan pengamalan prinsip-prinsip akidah Islam, metode peningkatan kualitas akidah,
wawasan tentang aliran-aliran dalam akidah Islam sebagai landasan dalam
pengamalan iman yang inklusif dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman tentang,
konsep Tauhid dalam Islam serta perbuatan syirik dan implikasinya dalam
kehidupan. Aspek akhlak, di samping berupa pembiasaan dalam menjalankan akhlak
terpuji dan menghindari akhlak tercela sesuai dengan tingkat perkembangan
peserta didik, juga mulai diperkenalkan tasawuf dan metode peningkatan kualitas
akhlak.
Secara substansial mata pelajaran
Akidah-Akhlak di Madrasah Aliyah memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi
kepada peserta didik untuk mempelajari dan mempraktikkan akidahnya dalam bentuk
pembiasaan untuk melakukan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela dalam
kehidupan sehari-hari. Al-akhlak al-karimah ini sangat penting untuk
dipraktikkan dan dibiasakan oleh peserta didik dalam kehidupan individu,
bermasyarakat dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak
negatif dari era globalisasi dan krisis multidimensional yang melanda bangsa
dan Negara Indonesia.[3]
Mata pelajaran Akidah-Akhlak bertujuan untuk:
1) Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan
pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta
didik tentang akidah Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus
berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.; 2) Mewujudkan manusia
Indonesia yang berakhlak mulia dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan
sehari-hari baik dalam kehidupan
individu maupun sosial, sebagai manifestasi dari ajaran dan nilai-nilai akidah
Islam.
b) Ruang Lingkup Kelompok Mata Pelajaran PAI di
Madrasah Aliyah
1. Akidah-Akhlak
Ruang lingkup mata pelajaran Akidah-Akhlak di
Madrasah Aliyah meliputi:
a) Aspek akidah terdiri atas: prinsip-prinsip akidah dan metode
peningkatannya, al-asmq’ al-husnw, konsep Tauhid dalam Islam, syirik dan
implikasinya dalam kehidupan, pengertian dan fungsi ilmu kalam serta
hubungannya dengan ilmu-ilmu lainnya, dan aliran-aliran dalam ilmu kalam
(klasik dan modern),
b) Aspek akhlak terpuji meliputi: masalah akhlak
yang meliputi pengertian akhlak, induk-induk akhlak terpuji dan tercela, metode
peningkatan kualitas akhlak; macam-macam akhlak terpuji seperti husnuz-zan,
taubat, akhlak dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima
tamu, adil, rida, amal salih, persatuan dan kerukunan, akhlak terpuji dalam
pergaulan remaja; serta pengenalan tentang tasawuf.
c) Aspek akhlak tercela meliputi: riya, aniaya
dan diskriminasi, perbuatan dosa besar (seperti mabuk-mabukan, berjudi, zina,
mencuri, mengonsumsi narkoba),isrwf,
tabzir, dan fitnah.
d) Aspek adab meliputi: adab kepada orang tua
dan guru, adab membesuk orang sakit, adab berpakaian, berhias, perjalanan,
bertamu dan menerima tamu, melakukan takziyah, adab bergaul dengan orang yang
sebaya, yang lebih tua yang lebih muda dan lawan jenis, Adab membaca Al-Qur’an
dan berdoa.
e)
Aspek Kisah
meliputi: Kisah kelicikan saudara-saudara Nabi Yusuf a.s., Ulul Azmi, Kisah
Sahabat: Fatimatuzzahrah, Abdurrahman bin Auf, Abu Dzar al-Ghifari, Uwes
al-Qarni, al-Ghazali, Ibn Sina, Ibn Rusyd dan Iqbal.[4]
D. Analisis Program Pengajaran kurikulum 2013
Kelas XI semester
ganjil
|
KOMPETENSI INTI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
|
1.1. Menghayati fungsi
ilmu kalam dalam mempertahankan akidah
1.2. Menghayati
nilai-nilai positif dari adanya aliran-aliran dalam ilmu kalam
1.3. Menghayati
kewajiban menghindari perilaku dosa besar
1.4. Menghayati akhlak
(adab) yang baik dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu, dan
menerima tamu
1.5. Menghayati keutamaan
sifat Fatimatuzzahra dan Uways al-Qarni
|
|
2. Mengembangkan
perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerja sama, cinta damai, responsif dan
pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
|
2.1 Terbiasa berpikir
kritis dan kreatif serta menghargai keberagaman dalam kehidupan sehari-hari
2.2 Membiasakan
diri untuk menghargai perbedaan aliran-aliran yang ada dalam kehidupan
bermasyarakat
2.3. Menghindari
dampak negatif akibat perbuatan dosa besar (mabuk-mabukan,
mengkonsumsi narkoba, berjudi, zina, pergaulan bebas dan mencuri)
2.4. Membiasakan
akhlak (adab) yang baik dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan
menerima tamu
2.5. Meneladani
keutamaan sifat Fatimatuzzahra dan Uways al-Qarni
|
|
2. Mengembangkan
perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerja sama, cinta damai, responsif dan
pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia
|
2.3 Terbiasa
berpikir kritis dan kreatif serta menghargai keberagaman dalam kehidupan
sehari-hari
2.4 Membiasakan
diri untuk menghargai perbedaan aliran-aliran yang ada dalam kehidupan
bermasyarakat
2.6. Menghindari
dampak negatif akibat perbuatan dosa besar (mabuk-mabukan, mengkonsumsi
narkoba, berjudi, zina, pergaulan bebas dan mencuri)
2.7. Membiasakan
akhlak (adab) yang baik dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan
menerima tamu
2.8. Meneladani
keutamaan sifat Fatimatuzzahra dan Uways al-Qarni
|
|
3. Memahami dan
menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
|
3.1 Memahami
pengertian, ruang lingkup, fungsi ilmu kalam serta hubungannya dengan ilmu
lainnya
3.2 Menganalisis
pokok-pokok aliran-aliran ilmu kalam (Khawarij, Murjiah, Syi’ah, Jabariyah,
Qadariyah, Asy‘ariyah, al-Maturidiyah, dan Mu‘tazilah)
3.3 Memahami
dosa besar (mabuk-mabukan, mengkonsumsi narkoba, berjudi, zina, pergaulan
bebas dan mencuri)
3.4 Memahamiakhlak
(adab) berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu
3.5 Menganalsis
sifat-sifat utama Fatimatuzzahra binti Rasulullah saw dan Uways al-Qarni
|
|
4.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, sertamampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
|
4.1. Menyajikan
peta konsep pengertian, ruang lingkup, fungsi ilmu kalam serta hubungannya
dengan ilmu lainnya
4.2. Menyajikan
peta konseppokok-pokok aliran-aliran ilmu kalam (Khawarij, Murjiah, Syi’ah,
Jabariyah, Qadariyah, Asy‘ariyah, al-Maturidiyah, dan Mu‘tazilah)
4.3. Menyajikan
contoh perbuatan dosa besar di masyarakat dan akibatnya
4.4. Mensimulasikan
akhlak (adab) berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu
dalam kehidupan sehari-hari
4.5. Menceritakan
sifat-sifat utama Fatimatuzzahra binti Rasulullah saw. dan Uways
al-Qarni
|
Kelas XI Semester Genap
|
KOMPETENSI INTI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya
|
1.1 Menghayati ajaran tasawuf untuk
memperkukuh keimanan
1.2 Menghayati nilai-nillai tasawuf dalam
kehidupan modern
1.3 Menghayati nilai-nilai positif dalam
pergaulan remaja
1.4 Menyadari kewajiban menghindari akhlak
tercela: israf, tabzir, dan bakhil
1.5 Menghayati nilai-nilai dari
peristiwa kematian melalui takziyah
1.6 Menghayati keutamaan
sifat sahabat Abdurrahmanbin Auf dan Abu Dzar al-Gifari
|
|
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerja sama,
cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
|
2.1 Membiasakan penerapan nilai-nilai
tasawuf dalam kehidupan sehari-hari
2.2 Membiasakan penerapan nilai-nilai
tasawuf dalam kehidupan modern
2.3 Menghindari perilaku pergaulan remaja
yang tidak sesuai dengan akhlak Islam dalam fenomena kehidupan
2.4 Menghindari perbuatan israf,
tabzir, dan bakhil dalam kehidupan sehari-hari
2.5 Membiasakan diri
untuk melakukan takziah
2.6 Meneladani keutamaan sifat sahabat
Abdurrahman bin Auf dan Abu Dzar al-Gifari
|
|
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
|
3.1 Menganalisis pengertian,
kedudukan dan sejarah tasawuf dalam Islam
3.2 Menganalisis fungsi dan
peranan tasawuf dalam kehidupan modern
3.3 Memahami pentingnya akhlak
terpuji dalam pergaulan remaja
3.4 Memahami pengertian dan
bentuk israf, tabzir dan bakhil
3.5 Memahami akhlak (adab)
yang baik ketika melakukan takziyah
3.6 Menganalisis kisah
keteladanan sahabat Abdurrahman bin Auf dan Abu Dzar al-Gifari
|
|
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
|
4.1. Menyajikan pengertian, kedudukan dan
sejarah tasawuf dalam Islam
4.2. Memaparkan fungsi dan peranan tasawuf
dalam keagamaan dan kehidupan modern
4.3. Menunjukkan contoh akhlak terpuji dalam
pergaulan remaja
4.4. Menunjukkan contoh prilaku israf,
tabzir, dan bakhil
4.5. Mempraktikkan tatacara takziyah
4.6. Menceritakan kisah keteladanan
sahabat Abdurrahman bin Auf dan Abu Dzar al-Gifari
|
E. Analisis Perbandingan Kurikulum KTSP dan
Kurikulum 2013
Perbandingan antara KTSP (Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan) dan Kurikulum 2013 (Tematik Integratif), cukup banyak
perbedaan. Dapat dilihat dari Standar Kompetensi-KTSP- hanya terdapat satu
kompetensi, sedangkan Kompetensi Inti-Kurikulum 2013- banyak sekali kompetensi
atau kemampuan yang harus dimilki oleh setiap siswa.
Dilihat dari sisi materi, ada penambahan pada
Kompetensi Dasar di Kurikulum 2013 yaitu contohnya Menghayati keutamaan sifat
Fatimatuzzahra dan Uways al-Qarni, meneladani keutamaan sifat Fatimatuzzahra
dan Uways al-Qarni, menganalisiskeutamaan sifat Fatimatuzzahra dan Uways
al-Qarni, dan menceritakan keutamaan sifat Fatimatuzzahra dan Uways al-Qarni.
Di dalam materi ini juga-Kurikulum 2013- terdapat penambahan materi dan
penyatuan materi-di KTSP- semester I dan semester II.
Kemudian ditelaah dari segi waktu, ada
penambahan waktu pembelajaran pada Kurikulum 2013, jadwal pembelajaran jauh
lebih banyak ketimbang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam
perminggunya.
Dengan adanya pergantian kurikulum ini kami
berharap semoga dunia pendidikan khususnya di Indonesia ini lebih baik lagi,
mampu melahirkan anak-anak penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara
intelektual akan tetapi cerdas juga secara spiritualnya, serta menjadi generasi
yang terdidik dan berakhlakul karimah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa telaah kurikulum
adalah suatu kajian terhadap kompetensi, materi, evaluasi serta perencanaan
pembelajaran yang dapat dijadikan pedoman bagi guru di sekolah.
Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar
untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan
agama Islam melalui kegiatan bimbingan pengajaran atau latihan dengan
memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan
antara umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.
Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah
bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan siswa
tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa
kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara serta untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang
lebih tinggi.
Dalam analisis perbandingan antara Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum Tematik Integratif (Kurikulum
2013) cukup banyak perbaikan dan peningkatan baik dari segi standar Kompetensi
menjadi Kompetensi Inti, Materi dan jamserta jadwa mata pelajaran perminggunya.
B. Saran
Kami sebagai pemakalah berharap semoga
makalah ini bermanfaat buat pembaca dan semoga dengan pergantian kurikulum ini
dunia pendidikan khususnya di Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan mampu
mencatak generasi penerus bangsa yang cerdas secara Emosional, Intelektua dan
Spiritualnya serta berakhlakul karimah. Aamiin.
DAFTAR PUSTAKA
Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam
(Jakarta, PT Prajagrafindo Persada, 2014)
Muhaimin, Sutiah, dan Sugeng Listyo Prabowo, Pengembangan
Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Sekolah dan Madrasah,
(Jakarta: Rajawali Press, 2009)
E. Mulyasa, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan, Jakarta: Bumi Askara, 2008
[1] Muhaimin, Pengembangan
Kurikulum Pendidikan Islam (Jakarta, PT Prajagrafindo Persada, 2014), hlm.6
[2] Muhaimin, Sutiah, dan
Sugeng Listyo Prabowo, Pengembangan Model Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) pada Sekolah dan Madrasah, (Jakarta: Rajawali Press, 2009),
hlm. 48
[3] E. Mulyasa, Implementasi
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Askara, 2008), hlm. 19
[4] Muhaimin, Sutiah, dan
Sugeng Listyo Prabowo, Pengembangan Model Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) pada Sekolah dan Madrasah, (Jakarta: Rajawali Press, 2009),
hlm. 51
No comments:
Post a Comment