Sunday, April 22, 2018

Makalah Pengaruh Globalisasi Terhadap Anak Usia Dini


BAB 1
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Pada masa era globalisasi, tentunya teknologi termasuk dalam salah satu bagian dari Globalisasi. Tentunya tidak akan pernah luput dari kemajuan Teknologi ataupun kemajuan-kemajuan lainnya. Seperti halnya saat ini, salah satunya yaitu begitu banyaknya handphone yang semakin canggih dan menawarkan kecanggihan produknya. Dan tentunya setuju ataupun tidak setuju kita harus berhubungan dengan teknologi, sebab teknologi tersebut mempengaruhi kehidupan kita sehaari-hari. Tidak hanya orang tua yang memakai teknologi tersebut, Anak-anak saat ini pun sudah sangat banyak yang sudah memakai ataupun membawa handphone ataupun teknologi lainnya, dan hal ini seperti sudah dianggap lumrah oleh masyarakat. Seperti kita ketahui, masa Kanak-anak seharusnya adalah masa dimana anak harus bisa belajar sosialisasi dengan cara mermain ataupun bercengkrama dengan teman-teman  seumurnya. Dan karna sebab globalisasi, anak-anak lebih senang berada dirumah daripada bermain di luar rumah bersama teman-temannya.
Oleh sebab itu saya mengangkat judul dalam makalah ini “Dampak Globalisasi Terhadap Anak Usia Dini”.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Globalisasi?
2.      Apa dampak positif dan negative dampak globalisasi?
3.      Apa yang harus dilakukan oleh Orang tua untuk anak-anaknya tentang Globalisasi?

C.     Tujuan
Memberikan pemahaman atau penjelasan tentang bagaimana anak-anak usia dini seharusnya berkembang dalam era globalisasi ini, dampak negative dan positif globalisasi untuk anak usia dini, cara terbaik orang tua untuk anak usia dini tentang globalisasi.



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Globalisasi
Secara umum,Pengertian Globalisasi adalah suatu proses yang mendunia dimana individu tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah. Setiap individu dapat terhubung oleh siapa saja yang ada dibelahan bumi ini dan terjadi penyebaran informasi dan komunikasi melalui media cetak dan elektronik yang mendunia. Globalisasi sendiri berasal dari bahasa inggris yaitu Globalization. Kata "Global" berarti mendunia sedangkan "Lization" berarti proses. Sehingga dalam Pengertian Globalisasi menurut Bahasa adalah suatu proses yang mendunia. Globalisasi merupakan suatu proses masuknya negara ke dalam pergaulan dunia. Globalisasi membuat suatu negara semakin kecil .atau sempit dikarenakan kemudahan dalam berinteraksi antarnegara baik itu dalam perdagangan, teknologi, pertukaran informasi,  dan gaya hidup maupun dengan bentuk-bentuk interaksi lainnya.[1]
Adapun pengeritan Globalisasi menurut para ahli. Yaitu sebagai berikut: Pengertian globalisasi menurut definisi Achmad Suparman yang mengatakan bahwa pengertian globalisasi adalah suatu proses yang menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dari setiap individu di dunia tanpa dibatasi oleh wilayah. Pengertian Globalisasi menurut definisi Anthony Giddens mengatakan bahwa globalisasi adalah intensifikasi hubungan sosial secara mendunia sehingga menghubungkan antara kejadian yang terjadi dilokasi yang satu dengan yang lainnya serta menyebabkan terjadinya perubahan pada keduanya. Menurut definisi Selo Soemardjan.
Pengertian globalisasi adalah sebuah proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama. Pengertian Globalisasi menurut Laurence E. Rothernberg adalah percepatan dari intensifikasi interaksi dan integrasi antara orang-orang, perusahaan dan pemerintah dari negara yang berbeda. Pengertian Globalisasi menurut definisi Emanuel Ritcher mengatakan bahwa pengertian globalisasi adalah suatu jaringan kerja global yang mempersatukan masyarakat secara bersamaan yang sebelumnya tersebar menjadi terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia. Pengertian Globalisasi menurut definisi Martin Albrow adalah seluruh proses penduduk yang terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global.[2]

B.     Dampak Positif Dan Negatif Globalisasi
Dampak Positif:
1.      Komunikasi yang semakin cepat dan mudah
2.      Meningkatnya taraf hidup dari masyarakat
3.      Mudahnya mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan.
4.      Tingkat pembangun yang semakin tinggi
5.      Meningkatnya turisme dan pariwisata
6.      Meningkatnya ekonomi menjadi lebih produktif, efektif, dan efisien
Dampak Negatif:
1.      Informasi yang tak terkendali
2.      Timbulnya sikap yang ala kebarat-baratan
3.      Munculnya sikap individualism
4.      Berkurang sikap solidaritas, gotong royong, kepedulian dan kesetiakawanan
5.      Perusahaan dalam negeri lebih mementingkan perusahaan dari luar ketimbang perusahaan yang ada dalam negeri membuat perusahaan dalam negeri sulit berkembang
6.      Berkurangnya tenaga kerja pertanian akibat dari sektor industri yang menyerap seluruh petani.
7.      Budaya bangsa akan terkikis
Untuk anak usia dini, Dampak Positif:
1.      Untuk edukasi secara E-learning
2.      Mampu memahami teknologi secara baik dan benar
3.      Dapat mempelajari bahasa-bahasa asing.
Dampak Negatif
1.      Sosialisasi anak-anak dengan dunia luar kurang
2.      Perkembangan Motorik anak kurang
3.      Sikap pasif pada diri usia dini yang tertanam tanpa sengaja.

C.     Pengaruh Globalisasi Terhadap Moral Anak
Arus modernisasi dan globalisasi itu mempunyai banyak nilai positif dan negatifnya:[3]
Segi positifnya, informasi yang didapat menjadi lebih cepat dan akurat daripada masa-masa sebelumnya yang kebanyakan masih menggunakan cara-cara manual. Selain itu, semua orang juga merasa senang apabila ikut serta terhadap perkembangan zaman. Mereka tidak mau dikatakan ketinggalan zaman. Malah orang yang tidak mengikuti era globalisasi ini seringkali diejek oleh teman sejawatnya.
Sisi negatif dari arus modernisasi dan globalisasi pun juga tak kalah sedikitnya, fasilitas-fasilitas yang ada di era globalisasi ini sebagian besar disalahgunakan oleh para penggunanya. Contoh, internet sekarang ini sering dijadikan arena untuk mencari situs-situs porno, handphone digunakan untuk menyimpan data-data yang tidak mendidik moral seseorang, dan lain-lain.
Hal yang sangat mengkhawatirkan adalah para penikmat ’aksesoris-aksesoris’ era modernisasi ini kebanyakan melakukan hal-hal yang sebagaimana diungkapkan di atas. Yang membuat hati semua masyarakat Indonesia miris lagi, objeknya adalah para remaja, sang penerus bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Para remaja bukannya ’disibukkan’ untuk menuntut ilmu dalam meneruskan pembangunan bangsa ke depan, melainkan disibukkan dengan menikmati ’hiburan-hiburan’ yang tersaji pada era globalisasi sekarang ini, seperti handphone, televisi, dan lain-lain. Bahkan, ’hiburan-hiburan’ yang bersifat negatif pun mereka terima dan nikmati. Mereka tidak sadar bahwa hal itu akan memorak-porandakan negara ini dalam waktu beberapa saat lagi.
Bagi para produsen, kelompok usia remaja adalah salah satu pasar bisnis yang sangat potensial karena pola konsumsi seseorang itu terbentuk pada saat usia remaja. Di samping itu, remaja juga sangat mudah terbujuk rayuan iklan, suka ikut-ikutan teman, tidak realistis, dan cenderung boros dalam menggunakan sesuatu yang dimilikinya, misalnya uang atau harta benda.
Sifat-sifat di atas itulah yang dimanfaatkan oleh para produsen untuk memasuki ‘pasar remaja’. Jadi sering sekali kita lihat di televisi-televisi bahwa intensitas acara remaja itu lebih banyak daripada acara kalangan usia lain. Salah satu karakter yang khas di kalangan remaja adalah identifikasi (peniruan dan penyeragaman) dalam suatu kelompok. Untuk itu, mereka biasanya membutuhkan panutan untuk dijadikan contoh. Saat ini, kita harus mengakui bahwa remaja masa kini miskin figur panutan yang bisa dijadikan contoh. Betapa tidak, di satu sisi mereka sangat membutuhkan seseorang yang dapat dijadikan panutan, sedangkan di sisi lain mereka disuguhi panutan-panutan yang berlaku negatif yang sering tampil di layar-layar televisi, misalnya pemain sinetron yang sering memerankan adegan berpacaran, berpegangan tangan antar lawan jenis, dan lain-lain.[4]
Kuatnya pengaruh tontonan televisi terhadap perilaku seseorang telah dibuktikan lewat penelitian ilmiah. Seperti diungkapkan oleh American Psychological Association (APA) pada tahun 1995 bahwa tayangan yang bermutu akan memengaruhi seseorang untuk berperilaku baik. Sedangkan tayangan yang kurang bermutu akan mendorong seseorang untuk berperilaku buruk. Bahkan, penelitian itu menyimpulkan bahwa hampir semua perilaku buruk yang dilakukan orang adalah hasil dari pelajaran yang mereka terima dari media semenjak usia anak-anak.
Sebuah penelitian tentang pergaulan remaja di kabupaten Bandung memberikan informasi kepada kita bahwa sekitar 40 % remajanya sudah pernah berciuman dengan pasangannya. Sedangkan 60 % remaja Bandung pernah bersentuhan dengan teman lawan jenisnya. Dalam hal ini seperti berpegangan tangan, dan lain-lain. Kemudian sekitar 25 % dari data itu sudah pernah melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Hasil penelitian tersebut menjadi keprihatinan tersendiri bagi kita semua, mengingat kabupaten Bandung belumlah menjadi daerah yang modern seperti halnya kota Bandung.
Untuk menanggulangi permasalahan di atas diharapkan peran aktif pihak keluarga terutama para orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar anak-anaknya tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang negatif. Orang tua hendaklah memberikan teladan yang baik kepada anak-anaknya. Sesungguhnya nilai moral dan budi pekerti yang merupakan fondasi utama perilaku baik dapat dimiliki oleh setiap orang dari keteladanan orang tua dan tokoh-tokoh masyarakat yang diidolakannya.[5]
Pemahaman dan pengamalan ajaran agama semenjak dini pun diyakini dapat menanggulangi permasalahan di atas. Pengetahuan agama akan membentengi seseorang dari perilaku amoral, kriminal, dan budaya-budaya asing yang negatif.

D.    Usaha yang dilakukan Untuk Anak Usia Dini Tentang Globalisasi
Pada saat pengenalan teknologi pada anak usia dini, kita pun selaku orang tua harus pintar-pintar untuk dapat mengajari anak-anak tentang teknologi. Dan dapat memberikan pembelajaran di sekolah-sekolahnya dengan pemblajaran Teknologi Informasi. Dan tentunya memberi batasan-batasan untuk nmetode pengenalan ataupun pembelajaran untuk anak usia dini.
Dan tentunya, yang paling berpengaruh yaitu pengenalan atau pembelajaran tentang teknologi informasi pada umur yang tepat.
BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa globalisasi memiliki dampak positif maupun negatif. Oleh karena itu, kita harus bisa mengambil manfaat yang positif dan menghindari dampak negatif dari globalisasi. Globalisasi secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan moral. Seseorang dapat berperilaku buruk akibat penggunaan teknologi yang tidak pada tempatnya. Efek dari Globalisasi tersebut dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Meleburnya norma dan nilai di masyarakat akibat Globalisasi membuat generasi muda tidak lagi mengindahkan aturan. Tindakan dan perilaku masyarakat yang arogan, mengikuti mode/trend, bergaya hidup mewah/boros, merupakan contoh nyata dari adanya globalisasi.
Semestinya, dengan adanya globalisasi akan mampu menjadikan hidup manusia lebih mudah, cepat, efisien, dan hemat. Namun, penggunaan teknologi yang tidak diimbangi dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas justru akan menimbulkan masalah. Oleh karena itu, masayarakat harus dididik dan dilatih agar benar-benar siap menghadapi arus Globalisasi yang memang tidak dapat dihindari. Dalam hal pemanfaatan produk globalisasi, kesiapan mental dan moral manusia merupakan modal yang sangat penting. Banyak kasus penyalahgunaan teknologi disebabkan karena rendahnya moral dan mental manusia.

B.     Saran
Pengenalan terhadap teknologi ataupun apapun yang berhubungan dengan Globalisasi kepada anak-anak usia dini memanglah penting, akan tetapi selaku orang tua wajib untuk selalu mengawasi anak-anaknya dalam penggunaan teknologi. Dan pengenalan teknologi pada umur yang tepat adalah salah satu kuncinya.

DAFTAR PUSTAKA

Wisok, Yohanes P. Etika:  Mengalami Krisis, Membangun Pendirian. (Bandung: Jendela Mas Pustaka, 2009)

Artikel Siana. Pengertian Globalisasi Penyebab dan Dampaknya. (Online) sumber: http://www.artikelsiana.com diunggah pada 01/04/2015 pukul 17.00  dan diakses pada 05/11/2016 pukul 20.00 Wib.

Duska, Ronald; M. Whelan. Perkembangan Moral: Perkenalan dengan Piaget dan Kohlberg, Terjemahan Dwija Atmaka. (Yogyakarta: Kanisius, 1982)

Haricahyono, Cheppy. Dimensi-Dimensi Pendidikan Moral. (Semarang: IKIP Semarang Pres, 1995)


[1] Wisok, Yohanes P. Etika:  Mengalami Krisis, Membangun Pendirian. (Bandung: Jendela Mas Pustaka, 2009) H. 65
[2] Artikel Siana. Pengertian Globalisasi Penyebab dan Dampaknya. (Online) sumber: http://www.artikelsiana.com diunggah pada 01/04/2015 pukul 17.00  dan diakses pada 05/11/2016 pukul 20.00 Wib.
[3] Artikel Siana. Pengertian Globalisasi Penyebab dan Dampaknya. (Online) sumber: http://www.artikelsiana.com diunggah pada 01/04/2015 pukul 17.00  dan diakses pada 05/11/2016 pukul 20.00 Wib.
[4] Duska, Ronald; M. Whelan. Perkembangan Moral: Perkenalan dengan Piaget dan Kohlberg, Terjemahan Dwija Atmaka. (Yogyakarta: Kanisius, 1982) H. 55
[5] Haricahyono, Cheppy. Dimensi-Dimensi Pendidikan Moral. (Semarang: IKIP Semarang Pres, 1995) H. 162

No comments:

Post a Comment